×
5-fakta-alasan-kenapa-jerman-tersingkir-di-piala-dunia-2018
28/06/2018
|
1512 view
5 Fakta Alasan Kenapa Jerman Tersingkir di Piala Dunia 2018

Vivagoal - 5 Fakta - Datang dengan status sebagai juara bertahan, Jerman harus tersingkir secara tragis di babak penyisihan grup. Ada apa dengan Jerman?

Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2018 berakhir dengan buruk. Pasalnya, sang juara bertahan harus tersingkir setelah kalah di laga terakhir melawan Korea Selatan.

Meski bermodalkan skuat bertabur pemain bintang, tim Panzer tidak dapat memberikan perlawanan terbaik mereka di babak penyisihan grup.

Hingga laga terakhir, mereka hanya menang sekali saat berhadapan dengan Swedia di laga kedua. Selebihnya, Kroos dkk harus menelan kekalahan sebanyak 2 kali.

Apa yang menyebabkan performa Jerman berbeda jauh jika dibandingkan saat tampil di Piala Dunia 2014. Berikut 5 fakta mengapa Jerman harus tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Penampilan para pemain yang mengecewakan

Para penggawa Jerman tampil jauh di bawah harapan banyak orang. Kroos dkk tampil buruk dalam laga penyisihan grup dan tidak dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.

Di lini pertahanan, timnas Jerman kurang bisa mengimbangi perlawanan tim lawan. Hasilnya, mereka harus kebobolan 4 gol dari 3 laga terakhir.

Di lini serang (tengah dan depan), Kroos dkk tidak bisa mengembangkan kreativitas mereka sehingga, aliran bola tidak berjalan lancar dan para pemain depan tidak dapat memberikan ancaman yang berarti bagi tim lawan.

Lini depan yang kurang menggigit

Ketiadaan Miroslav Klose benar-benar terasa. Keberadaan Timo Werner dan Mario Gomez yang kurang ganas membuat Jerman kesulitan dalam mencetak gol di 3 laga terakhir.

Gol-gol Jerman justru datang dari Toni Kroos dan Marco Reus. Hal ini membuktikan jika para striker Jerman kurang dari segi penyelesaian akhir.

Tidak berani bereksplorasi

Joachim Loew kurang berani untuk mengeksplorasi skuat yang ada. Ia tidak memanggil Leroy Sane yang tampil bagus di Manchester City padahal, sang pemain dinilai bisa membuat lini serang Jerman lebih ganas.

Selain itu, Loew tidak memberikan kesempatan kepada Ter Stegen dan tetap memasang Neuer di bawah mistar gawang. Sebagai seorang kiper, Neuer memang dinilai sebagai opsi terbaik tapi, ia jarang bermain karena baru sembuh dari cedera.

Pemilihan strategi yang kurang matang

Joachim Loew tampak tidak memiliki strategi yang matang di Piala Dunia kali ini. Ia sering melakukan pergantian pemain yang menyebabkan strategi yang terus berubah-ubah dan membuat para pemain bingung untuk menjalankannya.

Sebagai contoh, Loew melakukan pergantian pemain sebanyak 5 kali saat menghadapi Korea Selatan. Tentunya, hal ini membuat para pemain kesulitan dalam menjalankan strategi yang ada.

Hal yang sama juga terlihat saat Jerman menghadapi Swedia. Untungnya, Kroos saat itu mampu menyelamatkan Swedia berkat tendangan bebasnya di menit-menit akhir.

Perpecahan internal

Terselip rumor kurang mengenakkan dalam kubu timnas Jerman. Rumor menyebutkan jika terjadi perbedaan 2 kubu antara kubu pemain yang menjuarai Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017, hal ini membuat perpecahan dalam kubu internal.

Karena itu, hal ini tidak dapat membangun chemistry antar pemain dan membuat performa mereka jauh di bawah standar penampilan timnas Jerman.

Ikuti terus informasi terkini seputar fakta klub bola hanya di Vivagoal.com 


Berita Terkait