×
5-fakta-mengapa-bundesliga-tak-lagi-kompetitif
12/03/2018
|
1180 view
5 Fakta Mengapa Bundesliga Tak Lagi Kompetitif

Vivagoal - 5 Fakta - Dominasi Bayern terlihat begitu kentara dalam 5 musim terakhir Bundesliga. Hal ini membuat persaingan di Bundesliga tak lagi kompetitif.

Sedikit lagi, Bayern Munchen akan mengunci gelar juara musim ini. Bayern membutuhkan 3 kemenangan untuk mengamankan gelar dari 9 laga yang tersisa.

Tim asuhan Jupp Heynckes tersebut seakan tidak kesulitan di Bundesliga. Sempat limbung di awal musim, kedatangan Jupp mampu memperbaiki Bayern dan mengokohkan fondasi skuat.

Dengan meraih gelar musim ini, Bayern akan mencetak rekor dengan meraih gelar Bundesliga untuk keenam kalinya. Jika dilihat, Dortmund yang dianggap sebagai pesaing utama Bayern tertinggal jauh di belakang.

Dominasi tunggal Bayern melahirkan alur kompetisi yang timpang dan berikut 5 fakta mengapa Bundesliga tidak lagi kompetitif.


Dominasi Bayern Munchen

Tak dipungkiri, Bayern Munchen menjadi penguasa tunggal Bundesliga selama beberapa musim terakhir. Hal ini terlihat dari prestasi, performa, pemain, dan pelatih kelas atas.

Soal performa dan pemain, banyak pemain yang berlaga di Bundesliga menetapkan Bayern Munchen sebagai klub utama yang ingin mereka singgahi jika mereka pindah klub.

Belum lagi, pemain-pemain binaan akademi Bayern yang cemerlang seperti Joshua Kimmich dan Marco Friedl yang menjadi sorotan banyak orang.

Jangan lupakan sosok pelatih kelas atas yang selalu mengisi kursi kepelatihan Bayern. Campur tangan pelatih kelas atas bisa menghasilkan hasil yang berbeda ketimbang pelatih yang belum berpengalaman.

Performa klub lain yang inkonsisten

Selain campur tangan Jupp Heynckes, alasan mengapa Bayern terlihat sangat kuat di musim ini adalah karena, performa klub lainnya yang inkonsisten. RB Leipzig yang dianggap bisa menyaingi Bayern nyatanya tidak konsisten.

Bukan hanya Leipzig, Dortmund juga inkonsisten dalam beberapa musim terakhir. Peter Bosz yang sempat menangani Dortmund dianggap tidak pas dan akhirnya digantikan oleh Peter Stoger.

Untuk menciptakan sebuah atmosfir persaingan yang kompetitif, sebuah liga membutuhkan klub-klub berkualitas agar melahirkan persaingan yang kompetitif dan konsisten.


Budaya jual pemain

Jika ingin membuat persaingan lebih kompetitif, klub-klub perlu lebih pandai dalam menahan pemain-pemain bintang mereka agar tidak pindah ke Bayern atau klub-klub top Eropa lainnya.

Ada beberapa bukti nyata yang terlihat seperti Leroy Sane ke Manchester City, Aubameyang ke Arsenal, Ousmane Dembele ke Barcelona, dan beberapa pemain bintang lainnya.

Namun, sulit untuk menahan pemain bintang mengingat, kecil kemungkinan bagi mereka untuk merasakan aura persaingan yang lebih kompetitif dan kemungkinan meraih gelar Liga Champion.

Penyebaran pemain bintang yang kurang merata 

Jika ingin membuat kompetisi menjadi lebih kompetitif, penyebaran pemain bintang perlu lebih merata. Karena itu, pemain bintang tidak boleh lagi terpaku hanya di Bayern, perlu ke klub lainnya.

Dortmund dan Leipzig memang tak kurang pemain bintang. Sosok Timo Werner, Batshuayi, Christian Pulisic juga sempat mencuri perhatian banyak orang lewat performa mereka.

Sayangnya, mereka masih belum matang karena, usia yang masih muda dan masih berkembang. 


Masalah kepemilikan klub 

Kebijakan kepemilikan klub yang melarang investor asing untuk menjadi pemilik klub di Bundesliga dinilai menjadi salah satu penyebab mengapa klub-klub di Bundesliga sulit bersaing.

Seperti yang diketahui, Bundesliga menerapkan kebijakan "50+1" dimana, pihak klub menjadi pemegang saham terbesar dalam klub. Hal ini menghadirkan dampak positif bagi fans soal harga tiket dan jumlah penonton dalam stadion.

Sayangnya, hal ini juga menyulitkan finansial dari klub-klub Bundesliga dan membuat mereka sulit bersaing dengan klub-klub La Liga dan Liga Inggris.

Ikuti terus informasi terkini seputar fakta klub sepakbola hanya di Vivagoal.com 


Berita Terkait