×
5-fakta-pemain-liga-indonesia-yang-meninggal-di-lapangan
05/01/2018
|
1234 view
5 Fakta Pemain Liga Indonesia yang Meninggal di Lapangan

5 Fakta - Kerasnya pertandingan sepakbola terkadang sampai memakan korban yang harus meregang nyawa di lapangan kala bertanding.

Di kompetisi sepakbola Indonesia, ada 5 pemain yang harus meregang nyawa saat bertanding di lapangan. 

Ada yang berbenturan, serangan jantung dan berbagai penyebab lainnya yang menyebabkan mereka harus menghembuskan nyawa.

Berikut ini, Vivagoal telah merangkum 5 nama pemain yang bermain di kompetisi tanah air yang harus menghembuskan nafas terakhirnya di lapangan.

Choirul Huda

15 Oktober kemarin, dunia sepakbola tanah air harus kehilangan Choirul Huda, kiper Persela Lamongan. Ia meninggal pada usia 38 tahun akibat benturan yang ia terima saat bertanding.

Dalam laga Persela Lamongan kontra Semen Padang, Choirul Huda bertabrakan dengan Ramon Rodrigues. Setelah berbenturan, Choirul masih sadar namun, ia tampak kesakitan dan memegang dadanya.

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, sang pemain harus menghembuskan nafas terakhirnya. Ia tercatat hanya membela satu klub selama karirnya, Persela Lamongan.

Akli Fairuz

Ia meninggal pada Mei 2014 akibat tendangan dari pemain lawan, Agus Rohman. Agus hendak menyapu bola tapi, kakinya mengenai ulu hati dari Akli Fairuz.

Sang pemain meringkuk kesakitan dan harus dibawa ke rumah sakit. Ia menderita koma selama 6 hari dan sejumlah luka dalam. Sang pemain akhirnya harus tutup usia setelah koma selama 6 hari.

Eri Irianto

Pemain Persebaya Surabaya ini meregang nyawa pada April 2000 lalu. Ia bertubrukan dengan Samson Noujine Kinga. Ia meninggal karena gagal jantung. 

Setelah bertubrukan, sang pemain langsung jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa sang pemain tak tertolong.


Jumadi Abdi

Sang pemain harus meregang nyawa akibat tendangan Deny Tarkas di tahun 2009. Kaki Deny mengenai perut Jumadi dan pull sepatu Deny merobek perut dari Jumadi.

Sang pemain langsung pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Sang pemain sempat dirawat selama seminggu dalam kondisi kritis. 

Namun, Jumadi akhirnya tak terselamatkan. Usus kecil sang pemain robek sehingga, kotoran pencernaan masuk ke seluruh organ di dalam tubuh.

Sekou Camara

Nasib naas harus dialami Sekou Camara dalam sesi latihan. Pemain asal Mali itu mengalami serangan jantung dan kolaps. Ia langsung mendapatkan pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak tertolong.

Setelah itu, Pelita Bandung Raya selaku klub yang menaungi sang pemain langsung mengurus dokumen pemulangan jenazah dan mengontak agen serta keluarga dari sang pemain.

Ikuti terus 5 fakta terbaru seputar pemain sepakbola hanya di Vivagoal.com



Berita Terkait


blog_1
blog_1
blog_1
blog_1