×
blog_1
2018-08-10 12:20:44
|
363 view
MU Terus Dikritik, Mourinho Sindir Liverpool dan Tottenham

Vivagoal - Berita Liga Inggris - Mourinho tampak kesal setelah pencapaiannya musim lalu tak mendapat apresiasi yang pantas terutama dari awak media. Ia pun menyindir tim yang finis di bawah Setan Merah yang jauh lebih buruk. Liverpool atau Spurs?


Kedatangan Jose Mourinho pada awal musim 2016 silam ke Manchester United membawa persaingan baru di Liga Primer Inggris. Bagaimana tidak pada saat yang sama ada nama-nama pelatih top lain seperti Antonio Conte di Chelsea, Mauricio Pochettino di Tottenham Hotspur, Jurgen Klopp bersama Liverpool serta Pep Guardiola di Manchester City.


Pada musim perdananya MU dibawah asuhan Mou tercatat gagal total di kompetisi domestik dengan hanya finis di peringkat enam. Hanya saja mereka mampu meraih tiga trofi termasuk Liga Europa dan berhak tampil di Liga Champions musim berikutnya.


Sayang pada musim kedua Mou dicap gagal total di semua kompetisi yang ia ikuti. Di Liga Champions mereka sudah tersingkir di babak 16 besar. Sedang untuk kompetisi domestik hanya mampu meraih runner-up di bawah Manchester City dengan jarak hingga 19 poin.


Baca juga : Coutinho resmi pakai nomor punggung 7 di barcelona


Dengan koleksi 81 poin, MU unggul empat poin dari Tottenham dan tujuh poin dari Liverpool. Akan tetapi, Mourinho merasa pencapaian timnya tidak pernah dinilai positif oleh media-media setempat.


Ia pun menyindir para tim dibawah MU yang tidak pernah memenangkan gelar apapun dalam jangka waktu yang lama. Tanpa menyebut secara langsung, namun tudingan tersebut tampak jelas mengarah kepada dua tim tersebut.


Terakhir kali Spurs mengangkat trofi adalah saat memenangi Piala Liga 2008, sementara Liverpool puasa gelar sejak menjuarai Piala Liga 2012.


"Pandangan saya adalah, yang pertama, sulit bagi saya percaya kami finis kedua karena ketika saya mendengar, membaca -- mungkin tidak banyak tapi terkadang saya membaca -- Anda [media] bisa membuat orang-orang yang finis kedua seperti mereka itu degradasi," sembur Mourinho, dikutip the Guardian. "Dan orang-orang yang tidak memenangi apapun, finis di bawah kami, Anda membuat mereka tampak seperti orang-orang yang terus-terusan menang."


"Sulit bagi saya memahami kami finis kedua. Saya terus mengatakan bahwa saya sudah memenangi delapan kejuaraan dan tiga Premier League, tapi saya terus merasa bahwa musim lalu adalah salah satu pencapaian terbesar saya di dalam permainan ini."


Ikuti terus berita bola terkini seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com



Berita Terkait